Langsung ke konten utama

Butir Pengamalan Sila Keempat dalam TAP MPR

 

Butir Pengamalan Sila Keempat dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003

Nilai pancasila sila keempat dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut:

  1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia memiliki kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama
  2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain
  3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama
  4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan
  5. Menghormati serta menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai hasil musyawarah
  6. Dengan itikad baik serta rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan hasil keputusan musyawarah
  7. Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan di dalam musyawarah
  8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur
  9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, nilai kebenaran dan keadilan, serta mengutamakan persatuan dan kesatuan demi kepentingan bangsa
  10. Memberi kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercaya untuk melaksanakan pemusyawaratan.

Berikut contoh penerapan nilai kerakyatan dalam sila keempat tersebut:

Penerapan nilai kerakyatan di rumah

a. Anak mendengarkan dan menuruti nasihat orang tua
b. Orang tua mau mendengarkan dan menerima saran dari anak
c. Menghargai dan melaksanakan keputusan.

Penerapan nilai kerakyatan di masyarakat

a. Mengikuti pemilihan kepala daerah, baik dari tingkat provinsi, kabupaten, hingga RT dan RW
b. Aktif mengikuti kegiatan musyawarah warga dan memberikan pendapat
c. Melaksanakan keputusan hasil musyawarah.

Penerapan nilai kerakyatan di sekolah

a. Aktif mengikuti organisasi kesiswaan
b. Mengambil keputusan untuk kepentingan bersama lewat jalan musyawarah
c. Mendengarkan pendapat guru dan teman
d. Tidak memaksakan pendapat dan kehendak kepada teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR

  Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Butir-butir sila kelima Pancasila melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut: Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan Mengembangkan sikap adil terhadap sesama Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Menghormati hak orang lain Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum Suka bekerja keras Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Berikut adalah beberapa contoh penerapan nilai keadilan dalam berbagai lingkungan. Penerap...

PENGERTIAN DAN HAKIKAT LOGIKA

PENGERTIAN DAN HAKIKAT LOGIKA A. Definisi Logika Selaku Penalaran Sistematis Dalam bahasa sehari-hari, perkataan “logika” dan “logis” menunjuk pada cara berpikir yakni cara berpikir yang masuk akal, wajar, beralasan, dan rasional. Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat (the science and art of correct thingking). Dalam arti teknis atau ilmiah perkataan “logika” dan “logis” menunjuk pada suatu disiplin yakni “disiplin ilmiah/ ilmu”. Disiplin ilmiah adalah kegiatan intelektual atau kegiatan berpikir yang dipelajari untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman dalam bidang tertentu secara sistematis, rasional, dan terorganisasi yang terikat atau tunduk pada aturan-aturan prosedur (metode) tertentu. B. Klasifikasi/Pengelompokan Disiplin Ilmiah/Ilmu di Bagi 2 Yakni: 1. Disiplin Empirik Disiplin empirik adalah kegiatan intelektual yang secara rasional berusaha memperoleh pengetahuan faktual tentang kenyataan aktual, dan karena itu bersumber  pada empiri atau ...

Materi Perkembangan Filsafat Barat

Sejarah perkembangan Filsafar Barat         Perkembangan filsafat barat banyak ditemukan masalah yang telah dientaskan oleh banyak filusuf dimasanya, dan sejalan dengan keadaan itu pula aliran filsafat barat berkembang begitu pesat dan mampu menguasai bahkan mewarnai pemikiran manusia dalam periode tertentu.Sejarah perkembangan filsafat barat itu dibagi kedalam tiga periode, yaitu zaman klasik (yunani), filsafat abad pertengahan dan filsafat abad modern. Berikut akan dijelaskan masing-masingnya: 1.1 Filsafat Zaman Klasik        Hal ini dimulai sekitar tahun 600 SM yaitu di suatu kota bernama yunani yang terkenal dengan para ilmuwan-ilmuwannya. Awal mulanya para filosof Yunani memusatkan perhatiannya pada dunia diluar diri pribadi mereka yakni terahadap alam semesta (cosmos). Melalui ini maka berkembanglah suatu filsafat yang disebut dengan filsafat alam. Dengan ini para filosof mulai memperdebatkan tentang asal mula segala sesuatu yang ada di bumi...