Langsung ke konten utama

Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR

 

Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003

Butir-butir sila kelima Pancasila melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut:

  1. Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan
  2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama
  3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  4. Menghormati hak orang lain
  5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri
  6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain
  7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah
  8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum
  9. Suka bekerja keras
  10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama
  11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

Berikut adalah beberapa contoh penerapan nilai keadilan dalam berbagai lingkungan.


Penerapan nilai keadilan di lingkungan rumah:

a. Menjalankan kewajiban dan mendapatkan hak sesuai peranan masing-masing anggota keluarga
b. Saling membantu dan mendukung antar anggota keluarga
c. Menghormati hak masing-masing anggota keluarga.

Penerapan nilai keadilan di lingkungan masyarakat:

a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai warga masyarakat
b. Membantu tetangga yang membutuhkan tanpa melihat status sosial
c. Mengesampingkan kepentingan pribadi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

Penerapan nilai keadilan di lingkungan sekolah:

a. Melaksanakan kewajiban dan mendapatkan hak sebagai siswa
b. Menghargai teman dan menghormati guru
c. Saling membantu dan berbagi antar teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENGERTIAN DAN HAKIKAT LOGIKA

PENGERTIAN DAN HAKIKAT LOGIKA A. Definisi Logika Selaku Penalaran Sistematis Dalam bahasa sehari-hari, perkataan “logika” dan “logis” menunjuk pada cara berpikir yakni cara berpikir yang masuk akal, wajar, beralasan, dan rasional. Logika adalah ilmu dan kecakapan menalar, berpikir dengan tepat (the science and art of correct thingking). Dalam arti teknis atau ilmiah perkataan “logika” dan “logis” menunjuk pada suatu disiplin yakni “disiplin ilmiah/ ilmu”. Disiplin ilmiah adalah kegiatan intelektual atau kegiatan berpikir yang dipelajari untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman dalam bidang tertentu secara sistematis, rasional, dan terorganisasi yang terikat atau tunduk pada aturan-aturan prosedur (metode) tertentu. B. Klasifikasi/Pengelompokan Disiplin Ilmiah/Ilmu di Bagi 2 Yakni: 1. Disiplin Empirik Disiplin empirik adalah kegiatan intelektual yang secara rasional berusaha memperoleh pengetahuan faktual tentang kenyataan aktual, dan karena itu bersumber  pada empiri atau ...

Materi Perkembangan Filsafat Barat

Sejarah perkembangan Filsafar Barat         Perkembangan filsafat barat banyak ditemukan masalah yang telah dientaskan oleh banyak filusuf dimasanya, dan sejalan dengan keadaan itu pula aliran filsafat barat berkembang begitu pesat dan mampu menguasai bahkan mewarnai pemikiran manusia dalam periode tertentu.Sejarah perkembangan filsafat barat itu dibagi kedalam tiga periode, yaitu zaman klasik (yunani), filsafat abad pertengahan dan filsafat abad modern. Berikut akan dijelaskan masing-masingnya: 1.1 Filsafat Zaman Klasik        Hal ini dimulai sekitar tahun 600 SM yaitu di suatu kota bernama yunani yang terkenal dengan para ilmuwan-ilmuwannya. Awal mulanya para filosof Yunani memusatkan perhatiannya pada dunia diluar diri pribadi mereka yakni terahadap alam semesta (cosmos). Melalui ini maka berkembanglah suatu filsafat yang disebut dengan filsafat alam. Dengan ini para filosof mulai memperdebatkan tentang asal mula segala sesuatu yang ada di bumi...