Langsung ke konten utama

Materi Perkembangan Filsafat Barat

Sejarah perkembangan Filsafar Barat

        Perkembangan filsafat barat banyak ditemukan masalah yang telah dientaskan oleh banyak filusuf dimasanya, dan sejalan dengan keadaan itu pula aliran filsafat barat berkembang begitu pesat dan mampu menguasai bahkan mewarnai pemikiran manusia dalam periode tertentu.Sejarah perkembangan filsafat barat itu dibagi kedalam tiga periode, yaitu zaman klasik (yunani), filsafat abad pertengahan dan filsafat abad modern. Berikut akan dijelaskan masing-masingnya:

1.1 Filsafat Zaman Klasik

       Hal ini dimulai sekitar tahun 600 SM yaitu di suatu kota bernama yunani yang terkenal dengan para ilmuwan-ilmuwannya. Awal mulanya para filosof Yunani memusatkan perhatiannya pada dunia diluar diri pribadi mereka yakni terahadap alam semesta (cosmos). Melalui ini maka berkembanglah suatu filsafat yang disebut dengan filsafat alam. Dengan ini para filosof mulai memperdebatkan tentang asal mula segala sesuatu yang ada di bumi.

Thales (600 SM) bahwa yang paling utama di bumi ini ialah air,
Anaximander (610-540 SM) bahwa dibumi ini segala sesuatu baik benda atau apapun itu sifatnya tidak terbatas.
Anaximenes (585-525 SM) bahwa yang paling utama di bumi yaitu udara.
Phytagoras (500 SM) bahwa di bumi ini semuanya dapat dihitung dengan bilangan.
Heraclitus (500 SM) bahwa di bumi ini segala sesuatu tu hakikatnya selalu berubah, tidak ada yang bersifat kekal.
Parminides (515-440 SM) bahwa apapun yang ada di bumi sifatnya tetap.

       Jadi pada masa ini para filosof memperdebatkan antara segala sesuatu yang ada di alam semesta ini sifatnya menetap dan ada pula yang berpendapat bahwa segala sesuatu yang berada di ala mini sifatnya selalu berubah. Sehingga melalui pemikiran yang mendalam diambil kesimpulan bahwa kedua pendapat adalah benar mengenai sebagian yang ada di alam sifatnya ada yang menetap dan ada pula yang berubah. 

Selanjutnya muncul pandangan filosof yunani mengenai manusia (Antropos). Tentunya ini tidak dapat ditentang lagi kemunculan pendapat para filosof yang bermunculan mengemukakan argument nya, diantaranya yaitu:

Socrates (470-400 SM) bahwa di dalam kehidupan etika sangatlah penting. Tolak ukurnya adalah tujuan hidup manusia tidak lain merupakan menjadikan jiwa sebaik mungkin sehingga mampu memperoleh kebahagiaan yang sempurna dalam hidupnya.

Plato (427-347 SM) yaitu terkenal dengan took idealisme. Beliau membedakan antara dunia idea (budi manusia) merupakan realitas yang sesungguhnya bersifat menetap dan dunia empiris (pengalaman manusia) merupakan kenyataan yang bersifat semu, abstrak yang kapan saja bisa berubah sesuai keadaan.

Aristoteles (384-322 SM)
Tokoh dalam aliran filsafat realisme.Menurutnya segala sesuatu yang ada di ala mini terdiri dari dua hal yaitu zat dan bentuk. Menurutnya zat dari suatu benda sifatnya tetap sedangkan yang dapat berubah adalah bentuknya. Hal ini hingga sekarang dikembangkan juga oleh Thomas Aquinas, Berkeley dan John Locke. Zeno (333-262) yakni tokoh dalam aliran Stoisme dan Hedonisme. Ia mengakui bahwa di dunia ini segala hal bersifat menetap karena yang bertindak adalah rasio manusia.

Epikuris (341-270) yaitu terkenal dalam tokoh hedonism.Ia mendukung pendapat Zeno dan menurutnya tujuan hidup ini adalah mencari kenikmatan dan kepuasan. Maka dapat diperoleh kesimpulan dari zaman klasik hanya dua pandangan yang mampu ditelaah oleh para filosof yaitu pandangan mengenai alam yang berada diluar diri manusia yang disebut dengan cosmos serta pandangan mengenai manusia itu sendiri yang disebut denganantropos.

1.2 Filsafat Abad Pertengahan

       Pada masa ini berkembang filsafat scholastik yang perhatiannya tertuju pada dunia Ketuhanan yang dikuasai oleh ajaran kriistiani.Sekita abda ke-13 alam pikiran hampir seluruhnya dikuasai oleh gereja dan filsafat tidak dapat terlepas lagi dari yang namanya theology (Ketuhanan). Berikut pandangan para filosof yang ikut berkontribusi dalam memberikan pandangan, antara lain:

Thomas Aquinas (1225-1274) menyampaikan bahwa ilmu pengetahuan adalah hamba sahaya dari theology (abad the dark age). Lalu menyatakan tentang hubungan iman dan akal yang menghasilkan budi dipelopori oleh ajaran kristiani.

Albertus Magnus (1200-1280), pendapat yang dikemukakan juga hampir sama dengan Thomas Aquinas bahwa ada hubungan antara kebenarabn dengan hakekat Tuhan.

Duns Scotus (1266-1308), juga mendukung penelitian tetang dua pendapat sebelumnya 
dan sama sekali tidak menentang.Sebenarnya jika diteliti kembali filsafat abad pertengahan ini banyak dipelopori oleh Aristoteles yang menjadikan ajaran kristiani menjadi landasan berdirinya filsafat scolastik.

Namun sangat disayangkan pada zamannya filsafat ini tidak mampu mempertahankan diri begitu lama akibat para tokohnya tidak mampu mempertahankan pendapat yang telah dirumuskan.Sehingga tidak perlu waktu yang lama untuk filsafat ini mundur dari dunia pendidikan. Padahal pendapat-pendapat Aristoteles dalam filsafat ini banyak digunakan oleh filosof-filosof islam. Mereka menterjemahkan kembali apa yang dimaksudkan oleh Aristoteles sehingga salah satu tokoh ternama yakni Al-Farabi justru dikenal dengan komentator filsafat aristoteles.

1.3 Filsafat Zaman Modern

       Masa ini dimulai pada abad ke 15 yang terbagi ke dalam empat periode yaitu Renaisans, Barok, Pencerahan, Romantik, da Kontemporer (mutakhir). Berikut akan dijelaskan masing-masing periode tersebut:

Masa Renaissans (kelahiran kembali) 1400-1600

Lingkup pemikirannya adalah mengenai perkembangan seni, filsafat dan ilmu. Sehingga pada masa ini mengacu pada manusia (antropos) sebagai bagian utama dari realitas alam. Dengan demikian berkembanglah Filsafat Humanisme yaitu mempersoalkan tentang manusia, yakni apakah manusia itu makhluk bebas, atau yang memiliki kemauan yang bebas, atau bahkan manusia tidak memiliki kebebasan sama sekali.
Tokoh utama aliran humanis ini ialah  Aristoteles dan diikuti oleh Thomas hobbes,Thomas moore dan Francis Bacon. 
Para pendidiknya yaitu Erasmus, J. A. Comenius, John Locke, J.J. Rousseau dan Peztalozzi.


Masa Borok sekitar 1600-1700
Pada masa ini berbeda dengan masa sebelumnya, bahwa dalam masa borok mereka meletakkan akal manusia sebagai alat terpenting untuk dapat memahami kehidupan dan hidup manusia. Pada masa ini juga filsafat barat terkenal dengan awal lahirnya paham sekularisme barat yang filosof-filosofnya kebanyakan ahli dalam bidang matematika.
Adapun filosof yang muncul pada masa borok ini yaitu Rene Descartes, Benedictus 

Spinoza, dan G. Leibniz. Yang paling Berjaya dipakai dalam falsafahnya yaitu perkataan dari Descartes , ia menyatakan “saya berpikir maka saya ada”. Menurutnya badan dan jiwa adalah dua hal yang letaknya terpisah, kalaupun saling berhubungan itu tidak lain karena adanya kehemdak atau campur tangan Tuhan. Masa Pencerahan sekitar abad ke 18
Penekanan filsafat dalam bagian ini yaitu mendukung falsafah sebelumnya. Masa pencerahan ini menganggap bahwa dengan peranan akal maka semua masalah dapat dipesahkan dan dientaskan. Sehingga berkembang dua aliran filsafat yakni Empirisme dan Rasionalisme.

       Berikut tokoh-tokoh filsafat masa pencerahan yaitu Immanuel Kant (tokoh rasionalisme), dan John Locke (tokoh emprisme) selanjutnya diikuti oleh Geoge Berkeley, David Hume serta J.J. Rousseau.

Masa Romantik yang dimulai pada tahun 1770, Pada masa ini kembali lagi kepada pemahaman tentang idealisme yang pernah muncul pada zaman Rainassens yang dipelopori oleh Plato sebagai pencetusnya. Dalam masa ini bermunculan filsuf-filsuf diantaranya Fichte, Schelling, dan Hegel. Filsafat Hegel berkembang dan mempengaruhi pemikiran abad ke 19 dan abad ke 20.

      Filsafat Kontemporer yang dimulai pada abad ke 19 Filsafat ini muncul akibat reaksi terhadap filsafat yang dibawa oleh Hegel. Dalam masa ini mereka menolak bahwa benda yang ada di alam dilihat secara idealism adalah kebenaran. Dengan mempertimbangkan banyak hal maka muncullah beberapa filsafat baru yakni Positivisme, Vitalisme, Pragmatisme, Eksistensialisme, dan Filsafat Analitik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR

  Butir Pengamalan Sila Kelima dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Butir-butir sila kelima Pancasila melalui TAP MPR Nomor I/MPR/2003 sebagai berikut: Mengembangkan perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan Mengembangkan sikap adil terhadap sesama Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban Menghormati hak orang lain Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum Suka bekerja keras Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial. Berikut adalah beberapa contoh penerapan nilai keadilan dalam berbagai lingkungan. Penerap...

Butir Pengamalan Sila Ketiga dalam TAP MPR

  Butir Pengamalan Sila Ketiga dalam TAP MPR Nomor I/MPR/2003 Pengamalan nilai-nilai pancasila sila ketiga dijabarkan dalam butir-butir sesuai TAP MPR Nomor I/MPR/2003, sebagai berikut: Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi serta golongan Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara serta bangsa apabila diperlukan Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air Indonesia Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan pada kemerdekaan, perdamaian abadi, serta keadilan sosial Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai persatuan dalam sila ketiga Pancasila juga harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berikut ini adalah beberapa contoh penerapannya: Penerapan nilai persatuan di rumah a. Menanamkan jiwa dan semangat...