Pengertian
Perkembangan pranatal adalah perkembangan awal dari manusia.
Dimulai dari pembuahan yang terjadi dari pertemuan sel sperma dengan sel telur. Sel telur yang telah matang dibuahi oleh sel sperma yang matang yang akhirnya akan menjadi sel-sel baru dan membentuk zigot. Pembuahan ini menandakan berfungsi dengan baiknya organ reproduksi manusia.( Wahyu Aprilia)
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/6684-16375-1-PB.pdf
Menurut William Sallebach, periode pranatal atau pra lahir merupakan masa kritis bagi perkembangan fisik, emosi, dan mental bayi. Ini adalah masa mulai terbentuknya kedekatan antara bayi dan orang tua dengan konsekuensi yang akan berdampak panjang, terutama yang berkaitan dengan kemampuan dan kecerdasan bayi dalam kandungan. .( Wahyu Aprilia)
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/6684-16375-1-PB.pdf
Masa pranatal merupakan masa (waktu) dimana manusia mengalami perkembangan untuk pertama kalinya atau biasa disebut dengan awal perkembangan. Masa ini terjadi selama dalam rahim seorang ibu, yaitu berkisar sekitar 9 bulan lebih 10 hari, ini merupakan perkiraan rata-rata yang sering dialami oleh sebagian besar perkembangan manusia di dalam rahim meskipun terkadang sering juga ditemukan usia janin yang kurang dari usia tersebut yang biasa disebut dalam ilmu kedokteran sebagai janin prematur (waktu yang semestinya bayi belum bisa dilahirkan).(wardatul Jannah dan luluk mirta;
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/PSI%20Prenatal.pdf
Periode pranatal merupakan salah satu periode yang perlu mendapat perhatian lebih jika ingin bayi dalam kandungan terlahir menjadi bayi yang sehat dan mampu mengikuti pola perkembangan normal atau bahkan mencapai tumbuh kembang yang maksimal.
Pada periode pranatal terjadi perkembangan yang relatif singkat namun sangat cepat. Kondisi selama kehamilan perlu diperhatikan karena akan berpengaruh pada perkembangan janin dan pada tahap-tahap perkembangan emosi dan intelektualnya kelak. Para ahli menyebut masa ini sebagai masa perubahan evolusi janin dalam kandungan. Kondisi janin dalam kandungan sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan hidupnya. Pengaruh lingkungan hidup ini dapat berupa taraf kesehatan, kebiasaan, serta perilaku baik dan tidak baik dari ibu.
(Ni Gusti Ayu Made Yeni Lestari a, Ni Luh Drajati Ekaningtyas)
( file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/497841-none-71ee661e.pdf
Isyarat tentang proses penciptaan manusia melalui satu tahapan ‘alaqah lebih jauh dijabarkan dalam Q.S Al-Mu’minun ayat 12-14:
“Dan sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik”.{Q.S AL MU’MINUN ayat 12-14}
Dalam ayat diatas jelas terlihat bagaimana proses penciptaan manusia dimulai dari tahap sulalah (saripati makanan) kemudian nutfah (sperma) lalu terjadi konsepsi (pembuahan) dan masuk kedalam rahim (menjadi embrio) kemudian berkembang membentuk ‘alaqah kemudian berproses menjadi mudhghah, ‘izaman (tumbuh tulang belulangnya) kemudian tulang-tulang itu dibungkus dengan daging.( Rita Oktaviani)
https://osf.io/95d7y/download
Berdasarkan ayat diatas terdapat enam tahap proses perkembangan janin sebelum dilahirkan sebagai bayi. Ke enam tahap itu secara berurutan adalah pertama kali Sulalah, kemudian Nuthfah, „Alaqah, Mudghah, serta izam dan lahm.
Tahap-Tahapan Perkembangan Prenatal Menurut Islam
Sulalah
Pendapat tentang makna sulalah disini ada dua, namun kebanyakan mufassir menterjemahkan dengan saripati. Artinya, manusia itu berasal dari saripati tanah. Saripati tanah nutrien dan mineral ini berasal dari makanan yang dimakan oleh manusia, sama ada berupa tumbuh-tumbuhan maupun hewan, dimana keduanya berasal dari tanah.
Apabila saripati atau elemen-elemen tanah ini berkumpul pada kantong mani, maka akan menjadi air mani. Dengan demikian, pada hakikatnya manusia itu berasal dari inti pati yang berasal dari tanah.
Selain diartikan sebagai saripati tanah, ada pula ulama yang mengartikan dengan sel. Hal ini didasarkan kepada struktur tubuh manusia itu sendiri yang terdiri dari beberapa sel.
Sedangkan komponen sel terdiri dari protein, karbohidrat dan lemak yang sempurna itu berasal dari makanan yang dimakan manusia, sama ada berasal dari tumbuh-tumbuhan ataupun hewan yang tentunya berasal dari tanah. Makanan dicerna oleh sistem pencernaan, lalu diserap oleh sistem pencernaan, lalu diserap ke sistem sirkulasi darah yang dikirim keseluruh tubuh seterusnya membentuk komponen-komponen sel apakah sel sematik ataupun sel seksual. Sel seksual berperan pada sel reproduksi pembiakan. Sel seksual laki-laki dinamakan sperma dan sel seksual wanita dinamakan ovum.
Meskipun kedua pendapat diatas berbeda dari aspek penerjemahan sulalah, namun kedua pendapat tersebut sepakat mengatakan sulalah terjadi dari unsur-unsur tanah yang dinamakan manusia. Setelah memenui berbagai proses unsur-unsur tersebut maka menjadilah air mani. Seperti yang telah diperbincangkan, sains modren juga tidak membantah bahwa hakikat kejadian manusia berasal dari tanah. Dari hasil analisa ditemukan 105 jenis unsur yang terdapat pada tanah, semuanya terdapat pula dalam tubuh manusia walau kadarnya berbeda-beda. Selain itu terdapat pula unsur dengan kualitas kecil yang tidak dapat di deteksi.
Nutfah
Kata Nutfah نطفه di dalam Al-Qur’an disebut sebanyak 12 kali, kata nutfah diartikan dengan air mani. Menurut al-Syaukani kata nuthfah secara terminologi berarti tetesan yaitu sesuatu yang sedikit, dengan katalain nuthfah adalah setetes air mani. Dalam konteks sains nutfah adalah setetes sperma. Dalam kajian embriologi, hanya sebagian kecil air mani yang mengikuti proses embrio. Semburan air mani dari setiap ejakulasi mengandung antara 200 sampai 300 juta sperma, sedangkan yang dapat sampai mengikuti proses persenyawa hanya sekitar 0,05 % dari jumlah tersebut hanya satu saja yang bisa bersenyawa dengan ovum yang selanjutnya membentuk zigot sebagai cikal bakal menjadi bayi.
‘Alaqah
Kata Alaqah berasal dari kata alaqa yang berarti tergantung. Alaqah adalah sesuatu yang melekat atau bergantung pada sesuatu yang lain, alaqah juga dapat diartikan dengan segumpal darah dan juga nama binatang, yaitu lintah atau pacat, karena memiliki sifat yang melekat pada kulit. Thabari dan Ibn Kasir juga menafsirkan bahwa alaqah ialah segumpal darah beku, ada juga yang berpendapat dengan segumpal darah.
Proses alaqah adalah proses perkembangan janin yang telah melewati masa nuthfah, masa pembuahan selama kurang lebih tujuh hari setelah pertemuan sel sperma dan ovum dilanjutkan dengan perubahan-perubahan. Ia membentuk gumpalan darah beku dan menempel pada dinding rahim.
Mudhgah
Mudhgah dalam bahasa arab diartikan dengan seonggok daging yang dikunyah. Priode mudhgah dapat dikatakan sebagai proses perubahan pada minggu keempat dimana pada masa itu terjadi perkembangan otak dan saraf, serta pembentukan telinga, mata dan lain-lainnya. Sedangka priode alaqah berakhir pada hari yang ke 24-25 sejak dari persenyawaan, kemudian pada hari yang ke 26 bertukar menjadi mudhgah. Alaqah yang berada pada hari terakhir, embrio mulai menampakan ciri-ciri mudghah berupa gumpalan-gumpalan daging yang membentuk suatu ikatan seperti rantai (somites) yang mulai baru keluar. Gumpalan-gumpalan daging ini nampak seperti daging yang dikunyah.
Izam dan Lahm
Tahap perkembangan selanjutnya adalah proses pembentukan tulang dan daging pembalutnya. (Uin Suska Riau_)
https://repository.uin-suska.ac.id/21040/8/8.%20BAB%20III%20%281%29.pdf
Tahapan- Tahapan Prenatal Menurut Pengetahuan
1. Tahapan Germinal
Tahapan germinal terjadi sejak pembuahan sampai 2 minggu. Zigot membelah diri dan menjadi lebih kompleks kemudian menempel pada dinding rahim menjadi tanda awal masa kehamilan. Dalam waktu 36 jam setelah pembuahan, zigot memasuki masa pembelahan dan duplikasi sel cepat (mitosis). 72 jam setelah pembuahan, zigot membelah diri menjadi 16 dan kemudian 32 sel, sehari kemudian menjadi 64 sel. Pembelahan ini terus berlangsung sampai satu sel pertama berkembang menjadi 800 juta atau lebih sel khusus yang membentuk tubuh manusia
2. Tahapan Embrionik
Tahapan kedua masa kehamilan ini dimulai dari 2-8 minggu. Organ dan sistem tubuh utama berkembang pesat. Ini adalah masa kritis, saat embrio paling rentan terhadap pengaruh destruktif dari lingkungan pranatal. Sistem atau struktur organ yang masih berkembang pada saat terpapar lebih mungkin untuk terkena efeknya. Cacat yang terjadi pada saat kehamilan tahapan selanjutnya tidak lebih serius.
Janin laki-laki lebih memiliki kemungkinan untuk mengalami keguguran secara spontan atau dilahirkan dalam keadaan meninggal daripada janin perempuan. Walaupun sekitar 125 laki-laki di konsepsi untuk 100 perempuan, fakta yang fakta yang dihubungkan dengan mobilitas sperma dalam membawa kromosom Y yang lebih kecil, hanya 105 anak laki-laki yang dilahirkan untuk setiap 100 perempuan. Kerentanan laki-laki berlanjut setelah dilahirkan, lebih banyak dari mereka yang meninggal di awal kehidupan, dan di setiap tahapan kehidupan mereka lebih rentan terhadap berbagai macam penyakit
3. Tahapan Fetal
Tahapan ketiga masa kehamilan ini dimulai dari 8 minggu sampai dengan masa kelahiran. Selama masa ini, janin tumbuh dengan pesat sekitar 20 kali lebih besar daripada ukuran panjangnya dan organ sekaligus sistem tubuh menjadi lebih kompleks. Sentuhan akhir seperti kuku jari tangan dan kaki tumbuh serta kelopak mata terbuka.
Tingkat aktivitas dan pergerakan janin menunjukkan perbedaan individual yang ditandai dengan kecepatan jantung mereka yang berubah-ubah. Janin laki-laki, terlepas dari besar dan ukurannya, lebih aktif dan cenderung lebih semangat saat bergerak selama masa kehamilan. Dengan demikian, kecenderungan bayi laki-laki untuk lebih aktif dibandingkan bayi perempuan mungkin merupakan bagian dari pembawaan sejak lahir. .( Wahyu Aprilia)
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/6684-16375-1-PB.pdf
Ciri-ciri Perkembangan prenatal
1. terjadinya pembauran sifat-sifat yang diturunkan oleh kedua orang tua janin,
2. pengaruh kondisi-kondisi dalam tubuh ibu,
3. kepastian jenis kelamin,
4. pertumbuhan cepat,
5. mengandung banyak bahaya fisik dan psikis, dan
6. membentuk sikap-sikap yang baru diciptakan
Perkembangan prenatal terjadi dalam tiga tahap, yaitu geminal, embrionik dan fetal. Selama tahapan prenatal ini, zigot yang awalnya hanya satu sel kemudian tumbuh menjadi embrio yang kemudian menjadi janin. Sebelum dan sesudah lahir perkembangan terus berlangsung mengikuti dua prinsip. Pertama, prinsip sefalokaudal, bahwa perkembangan berlangsung dari kepala ke bagian bawah tubuh. Kepala embrio, otak, dan mata terbentuk paling awal dan berukuran besar serta tidak proporsional sampai bagian-bagian tubuh lain
terbentuk. Kedua, prinsip proximodistal, perkembangan berlangsung dari bagian-bagian tubuh yang dekat dengan bagian tengah tubuh menuju keluar. Kepala dan dada embrio terbentuk sebelum terbentuknya tungkai dan lengan serta kaki terbentuk sebelum terbentuknya jari tangan dan kaki.
.( Wahyu Aprilia)
file:///C:/Users/ASUS/Downloads/Documents/6684-16375-1-PB.pdf
Komentar
Posting Komentar